Furniture Bayi – Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Furniture Bayi

Mempertimbangkan Box Bayi

Sebelum memilih tempat tidur bayi yang aman, perlu diperhitungkan fungsi dan kebutuhan Anda akan box bayi. Beberapa pertanyaan yang harus dijawab: apakah bayi akan tidur bersama Anda hingga mandiri? Atau justru ditempatkan saja di ranjangnya sejak lahir?

Bayi Tidur dengan Orang Tua

Sebenarnya, bayi yang tidur dengan orang tua adalah kondisi yang lazim ditemui di Indonesia. Manfaatnya jelas beragam, seperti halnya bayi yang akan termonitor dengan baik, sehingga apa pun kondisinya, orang tua dapat memenuhi kebutuhan bayi dengan cepat (mengganti popok, menyusui, menggendong, dsb). Kendati demikian, ada satu risiko yang berbahaya bagi bayi–misalnya, dengan tidur bersama orang tua, bagian tubuh bayi rentan terjepit atau tertindih.

Untuk menanggulangi risiko tersebut, ada baiknya pilih tempat tidur khusus bayi–biasanya disajikan tanpa kaki–yang pada akhrinya dapat diletakkan di tengah kasur orang tua. Dengan begitu, kenyamanan bayi tetap jadi yang utama–sekaligus bayi akan mendapatkan kehangatan dari kedua orang tuanya. Cobalah untuk melakukan survei ke toko peralatan bayi; dan pilihlah jenis tersebut mulai dari matras biasa, matras berkelambu, atau bahkan: matras yang dilengkapi dengan permainan.

Bayi Tidur Terpisah dari Orang Tua

Kondisi ini, pada umumnya berlaku pada jenis keluarga Barat. Tidak dapat ditampik, banyak orang tua memilih bayi mereka ditempatkan di ruang terpisah. Adapun keuntungannya; jelas terlihat pada upaya menjadikan si anak tumbuh dengan mandiri–sekaligus menciptakan waktu tidur berkualitas bagi orang tuanya.

Untuk terus mengontrol anak mereka, biasanya terdapat alat monitor bayi di kamar mereka. Ketika bayi menangis, maka orang tua dapat mendengarnya dan melakukan tindakan langsung. Sayang, cara ini juga tidak begitu baik–mengingat adanya risiko Suddent Infant Death Syndrome (SIDS)–kematian bayi mendadak.

Meski tidak lazim ditemui di Indonesia, bagi para orang tua yang ingin melatih kemandirian anaknya sejak dini, bisa membeli box bayi namun tidak diletakkan di ruang terpisah; melainkan di tempat yang masih berada satu lokasi dengan orang tua. Nah, untuk mewujudkannya, penting untuk memastikan keselamatan dan keamanan si kecil, semisal denagn membersihkan kamar rutin dan menjaganya dari paparan rokok, alkohol, maupun obat-obatan.

Pertimbangan Memilih Ranjang Bayi

Perkara membeli tempat tidur bayi memang gampang-gampang susah, tidak seperti memilih tempat tidur orang dewasa yakni hanya menentukan apakah menginginkan tempat tidur King, tempat tidur Queen atau cukup tempat tidur Single. Selain bentuk maupun motif yang apik, Anda juga harus memastikan keamanan dan kenyamanannya. Karenanya, berikut adalah beberapa pertimbangan dalam memilih ranjang bayi.

  1. Bahan

Entah itu tempat tidur bayi lipat atau tempat tidur bayi kayu, ada baiknya untuk memastikan ranjang bayi Anda telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Box bayi juga harus terbuat dari bahan stainless steel, dan bukan dari besi. Bagaimana pun, karakter dari besi dikhawatirkan berisiko karat, yang bukan hanya rentan rusak melainkan juga berbahaya bagi keselamatan si bayi.

Selain memastikan Anda membeli ranjang dengan ukuran yang sesuai dengan umur, jika perlu: belilah box bayi dalam kondisi baru. Memang, sih, box yang tidak memenuhi SNI atau dibeli secara bekas memiliki harga yang sedikit miring. Namun, Anda tidak ingin, kan semua hal tersebut pada akhirnya berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan si kecil?

Adapun untuk memastikan kualitas bahan, periksa dengan rutin bau-baut yang menghubungkan ranjang bayi. Bagaimana pun, seluruhnya haruslah terpasang dengan kuat, terutama untuk mencegah risiko ranjang terlepas dengan sendirinya akibat aktivitas si kecil.

  1. Bentuk

Karena dikhususkan untuk bayi, disarankan memilih box bayi yang tidak memiliki pintu tarik atau justru bagian samping yang bisa dibuka. Suatu saat nanti, ketika perkembangan tubuh bayi sudah mulai meningkat, hal ini bisa mencegahnya “membuka” box sendiri yang berisiko bagi keselamatannya.

Pastikan pula kondisi tempat tidur bayi dapat diekspansi. Ini artinya, ranjang tersebut dapat diubah dan disesuaikan denagn usia bayi. Pada saat yang sama, hal ini juga akan menghemat biaya Anda, sebab Anda tidak perlu lagi memperbarui ranjang bayi–sekalipun si kecil sudah besar.

  1. Fitur dan Model

Beberapa fitur dan model yang harus ada pada ranjang bayi, antara lain:

  • Kaki beroda. Tujuannya untuk memudahkan para orang tua dalam memindahkan ranjang bayi. Pastikan “kaki” tersebut memiliki pengunci yang kuat, agar ranjang bayi tidak mudah bergulir dengan sendirinya.
  • Storage. Dapat digunakan untuk menyimpan aneka perlengkapan bayi dengan cepat, seperti halnya selimut, popok, mainan, dan masih banyak lagi.
  • Kondisi dinding yang empuk. Hal ini penting, terutama untuk menjaga keamanan dan risiko bayi terantuk tempat tidurnya sendiri. Namun, jika Anda telanjur membeli tempat tidur berbahan kayu, ada baiknya untuk melapisi dindingnya dengan bantal maupun guling.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>